Diberdayakan oleh Blogger.

Apa itu Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah jenis kehamilan yang sangat langka terjadi. Kehamilan ektopik merupakan masalah yang sangat serius dan dapat membahayakan jiwa si ibu hamil. Kehamilan ektopik adalah proses kehamilan di mana sel telur yang telah dibuahi tidak bisa atau gagal menempel pada dinding rahim sehingga proses perkembangannya terjadi di luar rahim, biasanya pada tuba falopi. Kehamilan ektopik sangatlah berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi si ibu. Karena, jika janin yang berkembang semakin besar tuba falopi bisa pecah dan menyebabkan pendarahan dalam yang hebat. Tuba falopi adalah saluran kecil yang dilewati oleh sel telur yang telah dibuahi, untu menuju ke rahim. Karenanya, pada trimester pertama segera lakukan pemeriksaan awal sesegera mungkin pada minggu – minggu awal. untuk memastikan ada tidaknya kemungkinan terjadinya kehamilan tersebut melalui USG.

Penyebab kehamilan ektopik ini masih belum pasti.

Namun kehamilan yang sebenarnya hanya terjadi 1% dalam seluruh peristiwa kehamilan ini, banyak ditemukan pada ibu yang mengalami kehamilan pada usia diatas 35 tahun, ada juga yang mengalaminya karena pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya, atau sebelumnya pernah mengalami operasi pembedahan pada daerah sekitar tuba falopi, yang menyebabkan terhambatnya sel telur memasuki rahim. Dan untuk beberapa kasus terdapat ibu yang pernah memiliki riwayat penyakit menular seks (PMS) sebelumnya, seperti misalnya penyakit gonorrhea, Pelvic Inflamatory Disease (PID), dan klamidia. Biasanya gejala yang paling mudah diketahui adalah, jika pada usia kehamilan 6 sampai 10 minggu, tiba – tiba merasakan sakit yang amat sangat pada perut bagian bawah atau pada salah satu sisi bagian panggul hingga menyebabkan kram. Atau terjadi penurunan tekanan darah. Jika terjadi hal – hal tersebut, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk meminta pemeriksaan melalui USG.

Gambar Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik ini hampir mustahil untuk mencapai proses kelahiran. Karena jika tidak ditangani secepat mingkin akan menyebabkan kematian bagi sang ibu. Biasanya dokter akan memberikan obat – obatan untuk menahan dan menghentikan perkembangan embrio. Namun jika, tuba falopi mulai robek dan mengalami pendarahan, maka operasi pembedahan harus segera dilakukan.
Karena kehamilan ektopik belum diketahui pasti penyebabnya, maka tindakan pencegahannya pun masih belum diketahui dengan cara pasti. Tetapi berdasarkan temuan kasus kehamilan ektopik yang pernah terjadi, maka cara yang paling aman adalah dengan cara melakukan pola hidup yang sehat, hindari berhubungan dengan banyak pasangan, sehingga meningkatkan resiko terkena penyakit menular seks, dan hindarilah kehamilan pada usia tua. 
Kehamilan ektopik selalu membawa trauma dan rasa takut untuk hamil kembali. Dukungan suami dan keluarga serta teman – teman terdekat akan sangat berarti. Konsultasi pada dokter adalah langkah yang terbaik sebelum memulai kehamilan kembali. Hal ini bisa mencegah kembali terjadinya kehamilan ektopik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar