Diberdayakan oleh Blogger.

Kehamilan Dengan Hipertensi

Kehamilan dengan hipertensi - Kalau sebelumnya kita membahas tentang hipertensi pada kehamilan , kali ini penulis akan berbagi bagaiman kalau kehamilan tersebut disertai dengan hipertensi. Kehamilan dengan hipertensi sangat lah beresiko bagi keselamatan sang ibu dan janinnya.kemungkinan terjadinya komplikasi pada saat kehamilan sangat tinggi. Penyakit ini sering kali dijumpai pada ibu hamil, dan merupakan  salah satu penyebab terbesar kematian ibu hamil. Kehamilan dengan darah tinggi bisa terjadi karena si ibu telah memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya, atau tekanan darah tinggi baru terjadi saat masa kehamilan. Komplikasi yang bisa terjadi karena hipertensi kehamilan dengan hipertensi antara lain; 
menurunnya aliran darah menuju ke plasenta, yang menyebabkan janin kekurangan oksigen dan nutrisi yang dapat menghambat pertumbuhan si jabang bayi, berat bayi yang rendah.
Terlepasnya plasenta sebelum waktunya yang dapat menghentikan suplai oksigen pada si jabang bayi dan menyebabkan pendarahan hebat pada si ibu sehingga mengancam jiwa si ibu hamil serta janinnya.
Kelahiran premature, biasanya dilakukan secara sengaja untuk mencegah hal – hal yang dapat membahayakan si jabang bayi dan ibu.

Kehamilan dengan hipertensi sangat membahayakan ibu dan calon bayi.

Seorang ibu yang mengalami kehamilan dengan hipertensi juga mengalami resiko untuk terkena serangan jantung bertahun – tahun kemudian setelah melahirkan, meskipun tekanan darahnya telah kembali normal.
Kehamilan dengan hipertensi juga memungkinkan peningkatan pada enzim hati dan jumlah trombosit. Peningkatan ini dapat menimbulkan rasa mual dan muntah – muntah, sakit kepala yang teramat sangat, dan nyeri pada perut bagian kanan atas. Gejala ini biasanya merupakan gejala – gejala awal sebelum terjadinya pre-eklamsia.
Kasus kehamilan dengan hipertensi yang paling berbahaya disebut dengan pre eklamsia, biasanya terjadi setelah 20 minggu kehamilan, dan ditandai dengan meningkatnya tekanan darah tinggi, meningkatnya berat badan secara drastis (Edema), dan proteinuria, atau protein di dalam air urin. Pre eklamsi mempengaruhi plasenta, juga dapat mempengaruhi ginjal, hati dan bahkan otak sang ibu. Jika tidak segera mendapatkan penanganan pre-eklamsia akan menimbulkan eklamsia. Pada dasarnya, mirip dengan pre-eklamsia, hanya saja diperparah dengan serangan kejang.eklamsia dapat menyebabkan koma dan merupakan salah satu penyebab terbesar kematian pada ibu hamil dan janinnya.

Kehamilan Dengah Hipertensi

Kehamilan Dengan Hipertensi

Meski demikian, bagi anda yang memang telah mempunyai sejarah tekanan darah yang tinggi jauh sebelum masa kehamilan, anda dapat mencegah terjadinya kasus komplikasi yang disebabkan oleh kehamilan dengan hipertensi. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda atau bidan anda mengenai tekanan darah tinggi anda. jika perlu mintalah resep untuk menurunkan tekanan darah tinggi anda sebelum kehamilan. Anda bisa melakukan beberapa tes untuk membantu pencegahan terjadinya komplikasi pada saat kehamilan. Antara lain; tes darah untuk melihat apakah hati dan ginjal masih berfungsi dengan baik, tes urine untuk melihat kadar protein yang ikut terbuang dalam urine, USG pada janin, serta uji nonstress atau profil biofisik untuk memastikan apakah si jabang bayi mendapatkan cukup oksigen dan makanan.
Semoga artikel Kehamilan dengan hipertensi ini dapat bermanfaat bagi pembaca semuannya. Selanjutnya dapat di lihat - lihat mengenai gangguan kehamilan lainnya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar